Tandaseru – Upaya pemberantasan malaria di kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, terus digencarkan. Melalui program Mobile Migrant Population (MMP) Malaria Paket Hutan, Dinas Kesehatan Pulau Taliabu dan Global Fund melakukan pembentukan kader malaria untuk pencegahan dan pengendalian malaria di dua desa prioritas, yakni desa Natang Kuning dan desa Tolong.

“Masing-masing desa dapat empat kader malaria, jadi delapan kader malaria dibentuk,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Taliabu Sarfiani Jamaludin, Senin (29/9/2025).

Kegiatan yang didanai Global Fund Tahun 2025 ini telah dimulai sejak 20–26 Agustus 2025, dengan tahapan awal berupa sosialisasi dan advokasi, serta pelatihan kader malaria. Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan massal dan pemberian obat dilakukan oleh tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Malaria Taliabu.

Menurut Sarfiani, program ini kemudian dilanjutkan pada 24 September 2025 dengan kegiatan sensus. Selanjutnya, pada 25–30 September 2025 dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pemberian obat malaria secara massal dengan metode door to door

“Langkah ini merupakan upaya kita untuk memastikan seluruh masyarakat yang berisiko dapat terjangkau, sekaligus memperkuat deteksi dini dan pengobatan malaria secara merata,” ujar Sarfiani.

Tidak berhenti pada September, Sarfiani menegaskan bahwa program MMP Malaria Paket Hutan akan terus berjalan hingga Januari 2026. Fokus utama kegiatan adalah pemberian obat antimalaria secara bertahap, meliputi Obat TDA2 yaitu itu, IPTF 1, IPTF 2, dan IPTF 3

“Dengan rangkaian pemberian obat ini, kami berharap bisa memutus rantai penularan malaria, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi seperti desa sasaran program,” tambahnya.

Program MMP Malaria Paket Hutan ini menjadi bagian penting dari strategi Dinas Kesehatan Pulau Taliabu untuk menurunkan angka kasus malaria. Dukungan penuh dari Global Fund dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Taliabu sehat dan bebas malaria di masa mendatang.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Reporter